• Masuk Fasilitas Portal

Info : +62 741 60 673

01 Mei 2014, oleh admin Print

PERATURAN AKADEMIK

Universitas Batanghari

Tahun 2015

 

 

BAB  I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam peraturan ini dimaksud dengan:

  1. Menteri adalah Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.
  2. Dirjen Dikti adalah Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian  Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia
  3. Universitas adalah Universitas Batanghari.
  4. Fakultas adalah fakultas-fakultas yang ada di Universitas Batanghari.
  5. Jurusan atau nama lain yang sejenis adalah himpunan sumber daya pendukung program studi dalam satu rumpun disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/atau olahraga yang ada di lingkungan Universitas Batanghari.
  6. Program  Studi  adalah  program  yang  mencakup  kesatuan  rencana  belajar sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan yang diselenggarakan atas dasar suatu kurikulum serta ditujukan agar peserta didik dapat menguasai pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan sasaran kurikulum program studi tersebut.
  7. Pendidikan  tinggi  adalah  pendidikan program Sarjana, Vokasi, Profesi dan  Magister yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu dan pengembangannya.
  8. Pendidikan Vokasi  adalah pendidikan program Diploma yang mempersiapkan mahasiswa untuk menjalankan pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu.
  9. Pendidikan Sarjana adalah pendidikan Strata Satu yang dicapai oleh seseorang pada suatu perguruan tinggi.
  10. Program  Magister  adalah pendidikan lanjutan dari pendidikan Strata Satu (S1) ke pendidikan Strata Dua (S2).
  11. Pendidikan Profesi adalah Pendidikan tinggi setelah Program Sarjana yang mempersiapkan mahasiswa untuk menjalankan pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus.
  12. Yayasan adalah Yayasan Pendidikan Jambi.
  13. Rektor adalah Rektor Universitas Batanghari.
  14. Dekan adalah Dekan fakultas di lingkungan Universitas Batanghari
  15. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan pada Universitas Batanghari dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
  16. Dosen Tetap adalah dosen yang bekerja penuh waktu yang berstatus sebagai tenaga pendidik tetap di Universitas Batanghari.
  17. Dosen Tidak Tetap adalah dosen yang bekerja paruh waktu sebagai tenaga pendidik di Universitas Batanghari.
  18. Dosen pembimbing akademik (dosen PA) adalah dosen yang diserahi tugas untuk memberikan pertimbangan, petunjuk, nasihat dan persetujuan kepada mahasiswa bimbingannya dalam menentukan rencana studinya dan bisa memberikan konseling yang mendukung proses pembelajaran.
  19. Dosen pembimbing Tugas Akhir adalah dosen tetap maupun dosen tidak tetap  pada program studi yang diserahi tugas untuk memberikan pembimbingan penyelesaian tugas akhir.
  20. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di Universitas Batanghari.
  21. Registrasi merupakan urutan prosedur administrasi dan akademik yang wajib dijalani  oleh mahasiswa.
  22. Mahasiswa Pindahan adalah perubahan status mahasiswa dari satu program studi ke program studi lain dalam lingkungan Universitas  Batanghari, dari perguruan tinggi lain ke Universitas Batanghari.
  23. Mahasiswa transfer adalah mahasiswa yang sudah menyelesaikan program pendidikan diploma baik berasal dari program studi yang sama atau berbeda ke jenjang pendidikan sarjana.
  24. Cuti akademik atau berhenti studi sementara adalah hak mahasiswa untuk berhenti sementara dari segala bentuk kegiatan  akademik dengan izin Rektor.
  25. Undur diri adalah hak setiap mahasiswa untuk melepaskan statusnya sebagai mahasiswa Universitas Batanghari yang ditetapkan dengan Keputusan Rektor setelah yang bersangkutan mengajukan permohonan secara tertulis yang diketahui Dekan.
  26. Pelanggaran akademik adalah setiap perbuatan yang bertentangan dengan peraturan akademik ini.
  27. Sanksi adalah hukuman yang dikenakan terhadap mahasiswa yang melakukan pelanggaran dalam penyelenggaraan kegiatan akademik berdasarkan peraturan akademik ini.
  28. Bimbingan Konseling adalah proses pemberian bantuan dari seorang ahli di lingkungan fakultas   maupun   universitas   kepada   mahasiswa   yang   mempunyai   permasalahan   dalam menyelesaikan studi.
  29. Evaluasi kemajuan studi mahasiswa adalah kriteria penilaian yang dilakukan secara bertahap terhadap pencapaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) untuk menentukan kemampuan mahasiswa dalam melanjutkan studi.
  30. Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan akademik pada program pendidikan sarjana yang bersifat kurikuler dan interdisipliner dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan membantu memecahkan permasalahan masyarakat dengan mengutamakan pemberdayaan masyarakat, dan kegiatannya harus sesuai dengan kompetensi lulusan program studi, dan pelaksanaannya diatur dengan surat keputusan Rektor.
  31. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan, sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang diperoleh dari bangku perkuliahan.
  32. Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dengan tugas langsung di lembaga BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta dan Instansi Pemerintahan setempat.
  33. Kerja Praktek (KP) adalah suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan   pengalaman belajar bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dengan tugas langsung di lembaga BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta dan Instansi Pemerintahan setempat.
  34. Tugas Akhir adalah hasil tertulis dari pelaksanaan suatu penelitian yang dibuat untuk pemecahan masalah tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku dalam bidang ilmu tersebut.
  35. Yudisium adalah proses akademik yang menyangkut penetapan nilai dan kelulusan mahasiswa dari seluruh proses akademik yang telah ditempuh.
  36. Wisuda adalah bentuk upacara akademik yang diselenggarakan dalam forum rapat senat terbuka universitas guna melantik lulusan.
  37. Gelar Akademik adalah gelar yang diberikan kepada lulusan Universitas Batanghari yang telah dinyatakan lulus pendidikan akademik dari berbagai jenjang.
  38. Sebutan Profesional adalah sebutan yang diberikan kepada lulusan Universitas Batanghari yang telah dinyatakan lulus Pendidikan Profesi.
  39. Student Centered Learning (SCL) adalah sistem pembelajaran dengan menempatkan mahasiswa sebagai pelaku utama dalam proses pembelajaran dan dosen berfungsi sebagai fasilitator.
  40. Status Ganda adalah kedudukan seorang mahasiswa dalam suatu kurun waktu tertentu, memiliki status terdaftar sebagai mahasiswa pada  dua  atau lebih program studi di Universitas Batanghari.
  41. Diskresi adalah kebijakan dari pejabat yang berwenang untuk mengambil suatu keputusan.

 

BAB II

TUJUAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS BATANGHARI

Pasal 2

Tujuan pendidikan Universitas Batanghari adalah menghasilkan lulusan yang berkualitas, inovatif, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi serta memiliki integritas dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya di berbagai bidang.

 

BAB III

PENERIMAAN MAHASISWA

Pasal 3

  1. Warga  Negara  Indonesia  (WNI)  dapat  diterima  menjadi  mahasiswa  Universitas Batanghari dengan cara mengikuti seleksi yang dilaksanakan oleh Universitas Batanghari sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  2. Warga Negara Asing (WNA) dapat diterima sebagai mahasiswa Universitas Batanghari melalui seleksi atau jalur kerjasama dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.
  3. Warga Negara Asing (WNA) yang berminat untuk belajar di Universitas Batanghari dalam periode pendek dapat diterima berdasarkan kerjasama antar pemerintah atau antar universitas.

 

Pasal 4

Pendaftaran Mahasiswa Baru

  1. Penerimaan mahasiswa baru program sarjana dan diploma dilakukan satu kali dalam satu tahun dengan persyaratan
    1. Telah lulus dari jenjang pendidikan SLTA/sederajat yang dibuktikan dengan foto kopi ijazah yang di legalisir  oleh instansi berwenang
    2. Mengisi formulir pendaftaran
    3. Melengkapi persyaratan yang ditetapkan oleh panitia
    4. Mengikuti ujian seleksi penerimaan mahasiswa baru
  2. Penerimaan mahasiswa baru program magister dilakukan dua kali dalam satu tahun dengan persyaratan
    1. Telah lulus dari jenjang pendidikan sarjana yang dibuktikan dengan foto kopi ijazah yang dilegalisir oleh instansi berwenang
    2. Mengisi formulir pendaftaran
    3. Melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan oleh panitia
    4. Mengikuti ujian seleksi penerimaan mahasiswa baru

 

Pasal 5

Mahasiswa Pindahan

 

  1. Permohonan pindah ditujukan kepada Rektor melalui BAAK
  2. Pindah dapat dilakukan oleh mahasiswa :
  1. Antar program studi yang sama pada jenjang pendidikan yang sama.
  2. Antar program studi yang berbeda pada jenjang pendidikan yang sama.
  1. Pindah dari luar Universitas Batanghari harus dari program studi dengan status terakreditasi
  2. Persyaratan pindah yang harus dipenuhi :
    1. Bukan mahasiswa drop out dan atau dikeluarkan secara tidak homat dari Penguruan Tinggi asal.
    2. Terdaftar pada pelaporan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDDIKTI) perguruan tinggi asal
    3. Melampirkan surat pindah dan transkrip nilai yang dikeluarkan oleh perguruan  tinggi asal yang ditandatangani oleh pimpinan atau wakil pimpinan bidang akademik.

     

Pasal 6

Mahasiswa Transfer

           

  1. Transfer dapat dilakukan dari jenjang pendidikan diploma ke jenjang pendidikan sarjana.
  2. Transfer dari luar Universitas Batanghari harus dari program studi dengan status terakreditasi
  3. Permohonan Transfer ditujukan kepada Rektor melalui BAAK
  4. Persyaratan transfer :
  1. Telah menyelesaikan pendidikan diploma untuk dapat pindah ke jenjang pendidikan sarjana.
  2. Terdaftar pada pelaporan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDDIKTI) perguruan tinggi asal

 

Pasal 7

Tata cara penerimaan mahasiswa baru, mahasiswa pindahan dan mahasiswa transfer diatur dengan peraturan rektor

 

BAB IV

REGISTRASI

 

Pasal 8

Status Sebagai Mahasiswa

 

  1. Seseorang dinyatakan memiliki status terdaftar sebagai mahasiswa Universitas  Batanghari, apabila yang bersangkutan telah melakukan registrasi administrasi.
  2. Registrasi administrasi merupakan prasyarat untuk registrasi akademik.
  3. Mahasiswa baru yang sudah registrasi diberikan nomor induk mahasiswa (NIM)
  4. Mahasiswa  Universitas  Batanghari  dilarang  memiliki  status  ganda  dalam  kurun  waktu kegiatan akademik yang sama pada program studi  di lingkungan Universitas Batanghari

 

Pasal 9

Registrasi Administrasi dan Akademik

 

  1. Registrasi administrasi dan akademik dilaksanakan oleh Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan sesuai dengan waktu yang dialokasikan pada kalender akademik setiap awal semester.
  2. Tata cara dan syarat registrasi administrasi dan akademik  diatur dalam  peraturan tersendiri.

 

Pasal 10

Kewajiban Mahasiswa

 

  1. Mahasiswa wajib berpenampilan dan berperilaku sopan selama berada di lingkungan Universitas Batanghari.
  2. Mahasiswa wajib mengikuti pembelajaran secara aktif minimal 75% (tujuh puluh lima persen) dari kehadiran dosen dikelas.
  3. Mahasiswa wajib mentaati peraturan yang berlaku di lingkungan Universitas Batanghari.

 

Pasal 11

Cuti Akademik

 

  1. Mahasiswa yang merencanakan menghentikan studi untuk sementara diwajibkan mengajukan cuti akademik dengan mengikuti peraturan yang berlaku.
  2. Cuti akademik bisa diajukan bila memenuhi ketentuan sebagai berikut:
  1. Untuk mahasiswa Program D III, sudah mengumpulkan minimal 30 sks dan IPK ≥ 2,00;
  2. Untuk mahasiswa Program Sarjana, sudah mengumpulkan minimal 36 sks dan IPK ≥ 2,00;
  3. Untuk mahasiswa Program Magister dapat melakukan cuti akademik setelah menempuh 1 semester
  •  
  1. Selama masa studi mahasiswa dapat mengajukan cuti akademik maksimal 4 (empat) semester, dan tidak boleh lebih dari 2 (dua) semester berturut-turut.
  2. Masa cuti akademik tidak diperhitungkan dalam penghitungan lama studi.
  3. Cuti akademik dengan alasan khusus dapat diberikan kepada mahasiswa yang terpaksa menghentikan studi untuk sementara karena halangan yang tidak dapat dihindarkan, antara lain :
    1. Kecelakaan dengan melampirkan surat keterangan dari rumah sakit atau surat keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.
    2. Sakit lebih dari satu bulan dengan menunjukkan surat keterangan dari rumah sakit.
    3. Melahirkan.
    4. Kegiatan-kegiatan mahasiswa yang dapat mengharumkan nama Universitas Batanghari dan menyebabkan mahasiswa tidak dapat mengikuti kegiatan akademik selama satu bulan atau lebih, dapat mengambil cuti akademik setelah mendapat persetujuan Rektor

(7)   Mahasiswa yang sedang menjalani hukuman penjara/ hukuman skorsing, dari Universitas Batanghari tidak dapat mengajukan cuti akademik.

(8)   Biaya administrasi cuti dikenakan sebesar biaya registrasi

(9)   Tata cara pengajuan cuti akademik akan diatur lebih lanjut oleh biro administrasi akademik.

 

Pasal 12

Mahasiswa Mangkir

 

  1. Mahasiswa yang tidak melakukan registrasi administrasi dan atau registrasi akademik disebut mahasiswa mangkir.
  2. Semester mangkir diperhitungkan sebagai masa studi.
  3. Mahasiswa mangkir selama 2 (dua) semester berturut-turut atau 4 (empat) semester secara tidak berurutan dinyatakan kehilangan statusnya sebagai mahasiswa Universitas Batanghari.
  4. Mahasiswa Mangkir dikenakan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) seperti mahasiswa aktif.

 

BAB V

PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN SISTEM KREDIT SEMESTER

Pasal 13

Penyelenggaraan Pendidikan

 

  1. Penyelenggaraan  pendidikan  di  Universitas  Batanghari  mengacu  pada  Standar  Nasional           Pendidikan  Tinggi (SNPT) yang berlaku.
  2. Standar  nasional  meliputi:  standar  kompetensi  lulusan,  standar  isi pembelajaran,  standar  proses pembelajaran,  standar penilaian pembelajaran, standar dosen (pendidik) dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasana pembelajaran, standar pengelolaan pembelajaran, dan standar pembiayaan pembelajaran.

 

Pasal 14

Kurikulum

 

  1. Kurikulum disusun berbasis kompetensi secara terintegrasi sesuai dengan strata pendidikan untuk mencapai profil lulusan yang kompeten di bidangnya.
  2. Penyusunan  kurikulum  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat (1)  dilaksanakan  sesuai   dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
  3. Pengembangan  kurikulum  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)  didasarkan  pada  Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan masukan pemangku kepentingan (stakeholder) yang dikembangkan oleh tim yang dibentuk  oleh Dekan.
  4. Kurikulum Pendidikan profesi dikembangkan oleh program studi bersama dengan organisasi profesi yang diakui oleh pemerintah.
  5. Penyelenggaraan proses pembelajaran diutamakan dengan metode Student Centered Learning (SCL).

 

Pasal 15

Sistem Kredit Semester

 

  1. Unbari menyelenggarakan program pendidikan dengan menggunakan sistem kredit.
  2. Sistem kredit adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dimana beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, dan beban penyelenggaraan program lembaga     pendidikan dinyatakan dalam kredit.
  3. Semester adalah satuan waktu terkecil untuk menyatakan lamanya suatu program pendidikan dalam suatu jenjang pendidikan. Satu semester setara dengan 16-18 minggu.
  4. Satuan kredit semester (sks) adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan  besarnya beban studi mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan studi mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan studi kumulatif bagi suatu program tertentu, serta besarnya beban untuk menyelenggarakan suatu program pendidikan.
  5. Satu satuan kredit semester (1 sks) kuliah tatap muka bagi mahasiswa adalah memenuhi 50 menit acara kuliah tatap muka dengan dosen di kelas per minggu selama satu semester, ditambah dengan 60 menit acara kegiatan akademik terstruktur per minggu selama satu semester (misalnya memecahkan tugas kuliah yang direncanakan dan terjadwal), ditambah lagi 60 menit acara kegiatan akademik mandiri per minggu selama satu semester (misalnya mendalami materi kuliah, membaca buku dan jurnal sebagai referensi).
  6. Satu satuan kredit semester (1 sks) pengampu mata kuliah bagi dosen adalah       memenuhi 50 menit melaksanakan kuliah tatap muka dengan mahasiswa di kelas per minggu selama satu semester, ditambah beban 60 menit aktivitas perencanaan dan evaluasi terhadap kegiatan akademik terstruktur per minggu selama satu  semester, dan 60 menit melaksanakan pengembangan materi kuliah per minggu selama satu semester.
  7. Satu satuan kredit semester (1 sks) untuk mata kuliah seminar dimana mahasiswa  diwajibkan menyajikan suatu materi tulisan ilmiah pada forum atau di kelas maka pengertian 1 sks kuliah seminar sama dengan beban penyelenggaraan kuliah tatap muka lainnya.
  8. Satu satuan kredit semester (1 sks) untuk kuliah kapita selekta atau topik khusus maka pengertian 1 sks sama dengan beban penyelenggaraan kuliah tatap muka lainnya.
  9. Satu satuan kredit semester (1 sks) untuk mata kuliah praktikum di laboratorium adalah beban kegiatan praktikum mata kuliah di laboratorium yang memenuhi 2 sampai 3 jam per minggu selama satu semester.
  10. Satu satuan kredit semester (1 sks) untuk mata kuliah praktikum di lapangan adalah beban kegiatan praktikum di lapangan yang memenuhi 3 sampai 4 jam per hari selama satu bulan dimana satu bulan aktivitas setara dengan 25 hari.
  11. Satu satuan kredit semester (1 sks) untuk kuliah kerja lapang dan sejenisnya (seperti Kukerta, PKL, PL, PPL ) adalah beban kegiatan kuliah lapang yang memenuhi 4 sampai 5 jam per minggu selama satu semester.
  12. Satu satuan kredit semester (1 sks) untuk penelitian dan penyusunan tugas akhir, skripsi, tesis, dan sejenisnya adalah beban aktivitas penelitian yang memenuhi 3 sampai 4 jam per hari selama satu bulan dengan ketentuan satu bulan aktivitas setara 25 hari.

 

Pasal 16

Dosen

  1. Status dosen terdiri atas dosen tetap dan dosen tidak tetap.
  2. Dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan oleh Universitas Batanghari, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
  3. Kualifikasi akademik dosen sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diperoleh melalui pendidikan tinggi program Pascasarjana yang terakreditasi sesuai dengan bidang keahlian.
  4. Kualifikasi akademik minimum dosen adalah sebagai berikut:
    1. Lulusan Program Magister untuk Program Diploma atau Program Sarjana; dan
    2. Lulusan Program Doktor untuk Program Magister.
  5. Setiap orang yang memiliki keahlian dengan prestasi luar biasa dapat diangkat menjadi dosen melalui persetujuan Senat Universitas.
  6. Ketentuan lain mengenai kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ayat (3) dan ayat (4), serta keahlian dengan prestasi luar biasa sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditentukan oleh Senat Universitas.

 

Pasal 17

Pembimbing Akademik (PA)

 

  1. Pembimbing Akademik (PA) adalah dosen tetap Universitas Batanghari.
  2. Seorang Pembimbing Akademik (PA) bertugas mengasuh mahasiswa sejak awal sampai selesainya masa studi, kecuali bilamana diperlukan penggantian dalam masa tersebut.
  3. Penetapan dan penggantian Pembimbing Akademik ditetapkan dengan surat keputusan Dekan.
  4. Tugas Pembimbing akademik :
  1. Memberikan bimbingan dan nasihat kepada mahasiswa baik diminta maupun tidak mengenai berbagai masalah yang dihadapi selama masa pendidikannya dan menumbuhkan cara belajar yang efektif.
  2. Menyetujui dan menandatangani Kartu Rencana Studi (KRS) yang telah disusun oleh mahasiswa.
  3. Menandatangani  Kartu Hasil Studi (KHS)  atas  nilai-nilai  yang  diperoleh  mahasiswa  dan menyerahkan kepada Wakil Dekan I melalui Kepala Sub bagian Akademik Fakultas atau petugas yang ditunjuk.
  4. Mengisi kartu evaluasi tiap mahasiswa yang format dan pelaksanaannya ditetapkan oleh bagian Akademik Universitas.
  5. Mengevaluasi  kemajuan  studi  mahasiswa  sesuai  dengan  ketentuan  tahapan  evaluasi  serta membuat laporan dan rekomendasi tentang mahasiswa yang perlu mendapat peringatan akademik yang diatur dalam Pasal 32.
  6. Mengkonsultasikan mahasiswa ke Badan/Unit Bimbingan Konseling Mahasiswa (BKM) atau lembaga sejenis melalui prosedur yang   berlaku seperti tersebut dalam Pasal 32 peraturan ini, apabila pencapaian akademik mahasiswa yang bersangkutan diragukan.
  7. Ketentuan untuk mengkonsultasikan mahasiswa ke BKM diatur dalam peraturan tersendiri.

 

Pasal 18

Pembimbing Tugas Akhir

 

  1. Tugas Akhir dapat berupa:
  1. Tugas akhir untuk program Diploma (D III)
  2. Skripsi/Tugas Akhir untuk Program Sarjana (S1)
  3. Tesis untuk program Magister (S2)
  1. Pada tahap akhir studi mahasiswa dibimbing oleh 2 (dua) orang pembimbing tugas akhir, skripsi dan tesis.
  1. Kualifikasi pembimbing Tugas Akhir dan Skripsi :
  1. Pembimbing I adalah dosen dengan kualifikasi pendidikan magister dengan jabatan akademik serendah-rendahnya lektor dan atau doktor dengan jabatan akademik serendah-rendahnya asisten ahli.
  2. Pembimbing II adalah seorang dosen dengan kualifikasi pendidikan minimal  magister dengan jabatan akademik serendah-rendahnya asisten ahli
  1. Kualifikasi pembimbing Tesis:
  1. Pembimbing I adalah dosen dengan kualifikasi pendidikan doktor dengan jabatan akademik serendah-rendahnya lektor.
  2. Pembimbing II adalah seorang dosen dengan kualifikasi pendidikan minimal doktor dengan jabatan akademik serendah-rendahnya asisten ahli.
  1. Pembimbing tugas akhir, skripsi dan tesis ditetapkan dengan surat Keputusan Dekan.
  2. Surat keputusan dekan tentang penetapan pembimbing tugas akhir, skripsi dan tesis berlaku selama 6 bulan dan setelahnya dapat diperpanjang maksimal 2 (dua) kali atau diganti dengan pembimbing yang lain
  3. Perpanjangan penetapan pembimbing tugas akhir, skripsi dan tesis ditetapkan dengan surat keputusan dekan

                                                   

Pasal 19

Beban, Masa Studi dan Penentuan Matakuliah

  1. Jumlah beban dan masa studi:
    1. Pendidikan Program Diploma Tiga (DIII) mempunyai beban studi paling sedikit 108 sks dan sebanyak-banyaknya 120 sks dengan masa studi terpakai 3 (tiga) sampai 4 (empat) tahun.
    2. Pendidikan Program Sarjana (S1) mempunyai beban studi paling sedikit 144 sks dan sebanyak-banyaknya 160 sks dengan masa studi terpakai 4 (empat) sampai 5 (lima) tahun.
    3. Pendidikan Program magister (S2)  mempunyai beban studi paling sedikit 72 sks dengan masa studi terpakai 1,5 (satu koma lima) sampai 4 (empat) tahun.
  2. Beban studi setiap semester :
    1. Pada  semester  pertama  mahasiswa  baru  pada  Program  Sarjana  wajib  mengambil  paket beban studi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam peraturan di bidang akademik program studi yang bersangkutan, dengan beban studi maksimal 24 (dua puluh empat) sks.
    2. Pada semester pertama mahasiswa baru program Magister wajib mengambil paket beban studi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam peraturan di bidang akademik program studi yang bersangkutan.
    3. Pada semester selanjutnya beban studi yang boleh diambil oleh mahasiswa Program Diploma dan Sarjana ditetapkan sebagai berikut :

1)  IP ≥ 3,00 boleh mengambil maksimal 24 (dua puluh emp at) sks;

2)  2,50 ≤ IP ≤ 2,99 boleh mengambil maksimal 22 (dua puluh dua) sks;

3)  2,00 ≤ IP ≤ 2,49 boleh mengambil maksimal 20 (dua puluh) sks;

4)  IP < 2,00 boleh mengambil maksimal 18 (delapan belas) sks.

d. kontrak semester ganjil berpedoman pada IP semester ganjil sebelumnya dan kontrak semester genap berpedoman pada semester genap sebelumnya

e. Ketentuan pada ayat (2) huruf a, huruf  b, dan huruf c di atas tidak berlaku bagi program studi yang pendidikannya mengacu pada konsorsium/ kolegium/ asosiasi yang diakui oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi atau bagi program  studi yang sudah menerapkan kurikulum terintegrasi.

(3)   Penentuan matakuliah :

a.  Penentuan matakuliah dalam Kartu Rencana Studi (KRS) untuk memenuhi jumlah kredit yang akan diambil pada setiap awal semester dilakukan oleh mahasiswa dengan persetujuan dosen Pembimbing Akademik.

b.  Penggantian dan pembatalan matakuliah dapat dilakukan oleh mahasiswa dengan persetujuan dosen Pembimbing Akademik dalam waktu selambat-lambatnya dua minggu setelah kegiatan perkuliahan dimulai.

 

Pasal 20

Kuliah Kerja Nyata (KKN)

  1. Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah matakuliah wajib dengan bobot 4 sks yang dilaksanakan di lapangan
  2. KKN dapat dilaksanakan dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Magang, Kuliah Kerja Lapangan Tematik  (KKLT).
  3. KKN dilaksanakan satu kali dalam tiap semester
  4. KKN dapat diikuti setelah mahasiswa menyelesaikan minimal  110 sks.
  5. Pelaksanaan KKN selanjutnya ditetapkan dengan Keputusan Rektor

 

Pasal 21

Praktek Kerja Lapangan (PKL), Praktek Pengalaman Lapangan (PPL), dan Kerja Praktek (KP)

 

  1. Praktek Kerja Lapangan (PKL) atau Kerja Praktek (KP) adalah suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dengan tugas langsung di lembaga BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta dan Instansi Pemerintahan setempat.
  2. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan, sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang diperoleh dari bangku perkuliahan.
  3. PKL dan PPL dilaksanakan satu kali dalam tiap semester
  4. PKL dan PPL dikelompokkan ke dalam mata kuliah wajib fakultas.
  5. PKL dan PPL dibebankan untuk mahasiswa program pendidikan S-1 dengan bobot sks sesuai pada fakultas masing-masing.
  6. PKL dan PPL dapat diikuti setelah mahasiswa menyelesaikan minimal 110 sks.

 

Pasal 22

Kemampuan Berbahasa Inggris

  1. Mahasiswa Program Sarjana dan Magister dipersyaratkan memiliki kemampuan berbahasa Inggris setara Test of English as a Foreign Language (TOEFL) dengan skor minimal 350 (tiga ratus lima puluh) untuk Program Sarjana dan 400 (empat ratus) untuk Program Magister yang dikeluarkan oleh  Service English Unit (SEU) Universitas Batanghari dan/atau lembaga pendidikan bahasa Inggris yang diakui oleh Universitas Batanghari.
  2. Kemampuan berbahasa Inggris sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dibuktikan dengan Notification Letter prediction pre TOEFL atau yang disetarakan.

 

Pasal 23

Penilaian Hasil Belajar

  1. Penilaian hasil belajar mahasiswa bertujuan mengukur pencapaian kompetensi yang ditetapkan oleh program studi.
  2. Penilaian hasil belajar mahasiswa harus mencakup aspek hard skill dan soft skill yang dapat dilakukan dalam bentuk:
    1. Ujian tertulis, ujian lisan dan atau ujian praktikum/ keterampilan, serta portofolio.
    2. Tugas akhir bisa dalam bentuk skripsi dan tesis, atau bentuk lain yang setara.

(3)   Nilai akhir hasil belajar didasarkan pada beberapa penggabungan komponen penilaian (Tugas/Kuis, UTS, dan UAS) dan juga memperhatikan aktivitas mahasiswa di kelas  dituangkan dalam rumus yang ditetapkan oleh masing-masing program studi.

(4)   Syarat Ujian

a.  Syarat Ujian Semester :

1)  Terdaftar sebagai peserta kuliah/ kegiatan pembelajaran yaitu yang  tercantum dalam Daftar Peserta Kuliah (DPK).

2)  Telah mengikuti kuliah/ kegiatan pembelajaran sekurang-kurangnya 75% dari kehadiran dosen di kelas.

b. Syarat ujian akhir program :

Telah menyelesaikan semua beban kredit matakuliah yang ditetapkan oleh fakultas/ program studi.

(5)   Sistem Penilaian

a. Jenis penilaian dan cara melakukannya disesuaikan dengan sifat matakuliah.

b. Nilai hasil belajar dinyatakan dengan nilai angka, huruf mutu dan angka mutu sebagai berikut:

Nilai Angka

Huruf  Mutu (HM)

Angka Mutu

(AM)

80 - 100

A

4.0

75 – 79,99

B+

3.5

70 – 74,99

B

3.0

65 – 69,99

C+

2.5

60 – 64,99

C

2.0

55 – 59,99

D+

1.5

50 – 54,99

D

1.0

< 50

E

0.0

c.  Nilai kelulusan minimal matakuliah adalah D untuk Program Diploma dan Sarjana, nilai B untuk Program Magister dan Program Profesi.

d.  Mahasiswa yang mendapat nilai E, D, D+, C dan C+ dapat melakukan perbaikan nilai pada semester reguler atau semester pendek, dan nilai yang dipakai adalah nilai yang tertinggi.

e.  Untuk memperbaiki nilai sebagaimana pada poin (d) maka yang bersangkutan harus mengulang dan mengikuti kegiatan kuliah, praktikum dan kegiatan akademik lainnya dari mata kuliah tersebut secara utuh dan penuh yang termuat dalam Kartu Rencana Studi (KRS).

f.   Nilai hasil ujian diumumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

g.  Jika karena suatu hal nilai belum dapat ditentukan, maka kepadanya diberikan nilai TL yang berarti Tidak Lengkap dengan nilai bobot nol (0). Apabila sampai dengan batas akhir penginputan nilai ke Portal Akademik Universitas Batanghari nilai masih berstatus TL, maka nilai mahasiswa tersebut dinyatakan tidak lulus (E).

h.  Dosen mengutamakan pendekatan Penilaian Acuan Patokan (PAP) dari pada  Penilaian  Acuan Norma (PAN).

i.   Tingkat Keberhasilan

1)  Tingkat keberhasilan mahasiswa dalam satu semester dinyatakan dengan Indeks Prestasi (IP).

2)  Dalam perhitungan indeks prestasi, bobot sks setiap matakuliah hanya dipergunakan satu kali sebagai pembagi dan nilai yang dipergunakan adalah nilai keberhasilan yang tertinggi.

3)  Perhitungan IP menggunakan rumus sebagai berikut :

 

 
   

 

dengan K adalah besarnya sks masing-masing matakuliah, dan N adalah nilai masing- masing matakuliah.

 4)  Tingkat keberhasilan mahasiswa sejak semester pertama sampai dengan suatu semester tertentu dinyatakan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

 5)  Perhitungan IPK menggunakan  rumus  seperti  tersebut  di  atas  dengan K  adalah  jumlah  seluruh  sks matakuliah yang telah ditempuh dengan nilai tertinggi dan N adalah nilai seluruh matakuliah yang diperoleh.

6)  Syarat ujian, jadwal ujian, keabsahan peserta ujian dan tata tertib ujian diatur lebih lanjut oleh Fakultas.

 

Pasal 24

  1. Penilaian ujian semester menggunakan norma absolut (penilaian acuan patokan) atau norma relatif (penilaian acuan norma) tergantung pada tuntutan proses pembelajaran, populasi mahasiswa, dan jenis mata kuliah.
  2. Norma absolut digunakan bilamana proses pembelajaran menuntut penguasaan yang akurat dan matang untuk mencapai kemahiran dalam kegiatan psikomotorik sesuai dengan tujuan instruksional khusus.
  3. Norma relatif digunakan bilamana sebaran nilai memperlihatkan grafik yang miring kekanan atau kekiri (positive or negative skew) dari populasi mahasiswa lebih besar dari 30 orang
  4. Sistem penilaian acuan norma, dengan cara membandingkan nilai seorang mahasiswa dengan nilai rata-rata angka mutu (x) dan simpangan baku (S) kelompok dengan ketentuan :

Angka Relatif

Huruf  Mutu

 + 1.75 S

A

 

 + 1.50 S  -    + 1.75 S

B+

 + 1.25 S  -    + 1.49 S

B

 + 1.00 S  -   + 1.24 S

C+

 + 0.75 S  -   + 0.99 S

C

 + 0.50 S  -   + 0.74 S

D+

 + 0.25 S - < + 0.49 S

D

  - 0.00 S

E

  1. Kombinasi antara PAN dan PAP, dengan cara membandingkan nilai seorang mahasiswa dengan nilai rata-rata kombinasi (Xk) dan simpangan baku kombinasi (S).
  2. Nilai lulus minimal suatu mata kuliah adalah D

 

Pasal 25

 

  1. Bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti ujian akhir semester tetapi tidak mengikuti ujian akhir semester tanpa alasan tidak dapat diberikan ujian susulan.
  2. Pada mahasiswa sebagaimana pada ayat (1) diwajibkan untuk mengikuti kembali perkuliahan dan praktikum (kalau ada), dan seluruh komponen nilai yang telah diperoleh dalam mata kuliah tersebut dinyatakan gagal.
  3. Bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan tetapi tidak bisa mengikuti ujian akhir semester yang telah terjadual, karena sakit atau halangan lain dengan alasan-alasan sah yang dapat diterima oleh Dekan, maka yang bersangkutan dapat menempuh ujian akhir semester tersebut dalam kurun waktu selambat-lambatnya 1 minggu setelah hari terakhir pelaksanaan ujian akhir semester terjadual.

 

Pasal 26

 

  1. Bila seorang mahasiswa oleh karena suatu alasan yang dapat diterima oleh dosen yang bersangkutan dan atas sepengetahuan Dekan tidak dapat menyelesaikan tugas akademik pada waktunya atau belum melengkapi tugas salah satu komponen dari suatu mata kuliah dengan alasan yang sah, maka nilai mata kuliah untuk sementara dinyatakan Tidak Lengkap (TL)
  2. Nilai TL seperti tersebut diatas akan menjadi nilai E bila mahasiswa tersebut tidak dapat menyelesaikan tugas hingga 1 minggu setelah hari terakhir pelaksanaan ujian akhir semester terjadual
  3. Bila seorang mahasiswa mengundurkan diri secara tidak sah, maka nilai mata kuliah tersebut diberi huruf mutu E dan diperhitungkan dalam menentukan IP pada akhir semester tersebut.

 

Pasal 27

 

  1. Ujian skripsi/tesis atau tugas akhir adalah tahapan akhir dari penyelenggaraan studi
  2. Persyaratan untuk menempuh ujian skripsi atau tugas akhir :
  1. Telah menyelesaikan seluruh beban mata kuliah pada program studi yang bersangkutan dengan IPK ≥ 2,00
  2. Mata kuliah dengan nilai D maksimal 2 (dua), yang bukan berupa mata kuliah Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia dan Ilmu Sosial Budaya Dasar dan Mata Kuliah Dasar Keahlian.
  3. Telah mengikuti seminar proposal, seminar hasil dan melakukan perbaikan sesuai saran dan petunjuk saat ujian seminar hasil.
  4. Telah menyelesaikan penulisan skripsi atau laporan tugas akhir dan telah disetujui dan ditandatangani oleh Pembimbing I, Pembimbing II, dan Ketua Program  Studi
  5. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester yang bersangkutan
  6. Telah menyelesaikan semua persyaratan administrasi yang ditentukan fakultas/prodi
  1. Persyaratan untuk menempuh ujian tesis :
  1. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester yang bersangkutan
  2. Telah menyelesaikan semua persyaratan administrasi yang ditentukan fakultas/prodi
  3. Telah menyelesaikan seluruh beban mata kuliah pada program studi yang bersangkutan dengan IPK ≥ 3.00
  4. Telah mengikuti ujian seminar proposal, seminar hasil dan melakukan perbaikan sesuai saran dan petunjuk saat ujian seminar hasil
  5. Telah disetujui dan ditandatangani oleh Pembimbing Utama, Pembimbing Anggota/Pendamping, dan Ketua Program Studi Magister
  1. Ujian skripsi/tesis atau tugas akhir sebagaimana pada ayat (1) berbentuk ujian komprehensif
  2. Hasil ujian skripsi/tesis atau tugas akhir dinyatakan dalam bentuk :
    1. Lulus
    2. Lulus bersyarat
    3. Tidak lulus

Pasal 28

 

  1. Seorang mahasiswa yang dinyatakan lulus bersyarat dalam ujian skripsi/tesis atau tugas akhir sebagaimana pada pasal 27 ayat (5) huruf b, kemudian dapat dinyatakan  lulus atau tidak lulus, berdasarkan ketentuan berikut :
  1. Lulus, bila yang bersangkutan dapat menyelesaikan semua persyaratan dalam waktu paling lambat 1 (satu) bulan sesudah ia menempuh ujian.
  2. Tidak lulus, bila yang bersangkutan tidak dapat menyelesaikan semua persyaratan dalam waktu paling lambat 1 (satu) bulan sesudah ia menempuh ujian.
  3. Ketentuan sebagaimana huruf a dan b, diputuskan oleh panitia ujian yang bersangkutan
  1. Tim penguji skripsi/tesis atau tugas akhir terdiri dari satu orang ketua, satu orang sekretaris, satu orang penguji utama dan satu atau dua orang penguji anggota
  2. Penguji utama skripsi atau tugas akhir adalah dosen yang memenuhi kriteria sama dengan pembimbing I yaitu seorang magister dengan pangkat serendah-rendahnya lektor atau doktor dengan pangkat serendah-rendahnya asisten ahli sesuai dengan bidang ilmunya
  3. Penguji utama pada ujian tesis adalah dosen dengan kualifikasi profesor atau doktor dengan pangkat minimal lektor
  4. Anggota penguji pada ujian tesis adalah dosen dengan kualifikasi doktor dengan pangkat minimal asisten ahli
  5. Pelaksanaan teknis ujian skripsi/tesis atau tugas akhir diatur dalam peraturan akademik fakultas

 

Pasal 29

  1. Seorang mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus sebagaimana pada pasal 24 ayat (5) huruf c, diberi kesempatan untuk menempuh ujian ulang tidak lebih dari 2 (dua) kali.
  2. Ujian ulang dilaksanakan selambat-lambatnya 1(satu) bulan setelah ujian sebelumnya.
  3. Setiap mahasiswa yang gagal setelah diberi kesempatan mengulang sebanyak 2 (dua) kali, harus mengubah judul skripsi/tesis atau tugas akhir.

 

Pasal 30

 

  1. Predikat kelulusan diberikan kepada mahasiswa yang telah menyelesaikan ujian skripsi/tesis atau tugas akhir.
  2. Predikat kelulusan merupakan kualifikasi prestasi kumulatif yang diperoleh mahasiswa sampai akhir studi dan digunakan untuk menentukan kriteria yudisium dan wisuda.

 

Pasal 31

 

  1. Predikat kelulusan mahasiswa ditentukan oleh IPK, lama studi dan nilai masing-masing mata kuliah.
  2. Predikat kelulusan program sarjana dan program diploma adalah :
    1. Cumlaude (dengan pujian), bila semua syarat berikut dipenuhi :
  1. IPK 3,51 – 4,00
  2. Masa penyelesaian studi paling lama 8 semester untuk program sarjana dan 6 semester untuk program diploma
  3. Tidak ada nilai di bawah B
  4. Tidak boleh ada perbaikan nilai
  5. Bukan mahasiswa transfer/ pindahan.
  • Sangat memuaskan, bila semua syarat berikut dipenuhi :
  1. IPK 3,01 – 3,50
  2. Masa penyelesaian studi paling lama 9 semester
  3. Tidak ada nilai dibawah C
    1. Memuaskan, bila IPK 2,76 – 3,00
  1. Predikat kelulusan program magister adalah :
  1. Cumlaude (dengan pujian), bila semua syarat berikut dipenuhi :
  1. IPK 3,76 – 4,00
  2. Masa penyelesaian studi paling lama 4 semester
  3. Tidak boleh ada perbaikan nilai
  4. Bukan mahasiswa transfer/ pindahan
  1. Sangat memuaskan, bila semua syarat berikut dipenuhi :
  1. IPK 3,51 – 3,75
  2. Masa penyelesaian studi paling lama 6 semester
  1. Memuaskan, bila IPK 3,00 – 3,50
  1. Kepada  lulusan terbaik masing-masing prodi diberikan piagam penghargaan

 

Pasal 32

Evaluasi Kemajuan Studi Mahasiswa

 

  1. Evaluasi kemajuan studi mahasiswa Program Diploma Tiga (D-III).
  2. Untuk mengetahui kemajuan studi mahasiswa, pada setiap dua semester dilakukan evaluasi dengan kriteria evaluasi tiap tahapan sebagai berikut :
  1. Tahap I dilakukan pada akhir semester dua dengan ketentuan, mampu mengumpulkan paling sedikit 30 sks dengan IPK ≥ 2,00

2) Tahap II dilakukan pada akhir semester empat dengan ketentuan, mampu mengumpulkan paling sedikit 75 sks dengan IPK ≥ 2,00

3) Tahap III dilakukan pada akhir program, selambat-lambatnya   pada   akhir   semester   ke   enam,   mahasiswa   harus   sudah mengumpulkan (lulus) semua beban sks yang ditetapkan untuk Program D III dan IPK ≥ 2,00

b.  Mahasiswa  akan mendapatkan peringatan akademik  setiap  tahapan evaluasi, apabila tidak dapat memenuhi kriteria pada poin (a).

c.  Keberhasilan menyelesaikan Studi

Mahasiswa dinyatakan berhasil menyelesaikan pendidikan Program Diploma tiga (DIII) yang dinyatakan dalam yudisium kelulusan apabila telah memenuhi persyaratan akademik sebagai berikut :

  1. Telah berhasil mengumpulkan seluruh sks yang ditetapkan dalam kurikulum program studi.
  2. Telah mempunyai karya ilmiah berupa tugas akhir yang dipublikasikan secara online.
  3. IPK ≥ 2,00

 

  1. Evaluasi kemajuan studi mahasiswa Program Sarjana
  2. Untuk mengetahui kemajuan studi mahasiswa, pada satuan semester tertentu dilakukan evaluasi. Pelaksanaan evaluasi tiap tahapan sebagai berikut :
  1. Tahap I dilakukan pada akhir semester tiga dengan ketentuan, mampu mengumpulkan paling sedikit 35 sks dengan IPK ≥ 2,00;
  2. Tahap II dilakukan pada akhir semester  lima dengan ketentuan, mampu mengumpulkan paling sedikit 85 sks dengan IPK ≥ 2,00;
  3. Tahap III dilakukan pada akhir program, Selambat-lambatnya pada akhir semester ke-delapan, mahasiswa harus sudah mengumpulkan (lulus) semua beban sks yang ditetapkan untuk Program Sarjana   dan IPK ≥ 2,00.

b. Mahasiswa  akan mendapatkan peringatan akademik  setiap  tahapan evaluasi, apabila tidak dapat memenuhi kriteria pada poin (a).

c. Keberhasilan menyelesaikan Studi

Mahasiswa dinyatakan berhasil menyelesaikan pendidikan Program Sarjana (S1), yang dinyatakan dalam yudisium kelulusan apabila telah memenuhi persyaratan akademik sebagai berikut :

  1. Telah berhasil mengumpulkan seluruh sks yang ditetapkan dalam kurikulum program studi.
  2. Telah memiliki kemampuan berbahasa Inggris sebagaimana diatur pada pasal 22.
  3. Telah mempunyai karya ilmiah berupa skripsi yang dipublikasikan secara online.
  4. Transkrip lulusan S1 untuk mahasiswa pindahan/ transfer dari lulusan program Diploma (DIII) mencakup nilai mata kuliah hasil konversi.
  5. IPK ≥ 2,00

 

(3)   Evaluasi kemajuan studi mahasiswa Program Magister.

a.  Untuk mengetahui kemajuan studi mahasiswa, pada satuan semester tertentu dilakukan evaluasi. Kriteria evaluasi tiap tahapan sebagai berikut :

  1. Tahap I dilakukan pada akhir semester dua dengan ketentuan, mampu mengumpulkan paling sedikit 24 sks dengan IPK ≥ 3,00;
  2. Tahap II dilakukan pada akhir semester empat dengan ketentuan, mampu mengumpulkan paling sedikit   40 sks dengan IPK ≥ 3,00;
  3. Tahap III dilakukan pada akhir program, Selambat-lambatnya pada akhir semester ke enam, mahasiswa harus sudah mengumpulkan (lulus) semua beban sks yang ditetapkan untuk Program Magister dan IPK ≥ 3,00.

b. Mahasiswa akan mendapatkan peringatan akademik setiap tahapan evaluasi, apabila tidak dapat memenuhi kriteria pada poin (a).

c.  Keberhasilan menyelesaikan Studi

Mahasiswa dinyatakan berhasil menyelesaikan pendidikan Program Magister (lulus Magister), yang dinyatakan dalam yudisium kelulusan apabila telah memenuhi persyaratan akademik sebagai berikut :

  1. Telah berhasil mengumpulkan sejumlah sks yang ditetapkan dalam kurikulum program studi.
  2. Telah memiliki  kemampuan berbahasa Inggris sebagaimana diatur pada pasal 22
  3. Telah mempunyai karya ilmiah berupa tesis yang dipublikasikan secara online.
  4. IPK ≥ 3,00

 

(4) Mahasiswa Program Diploma, Sarjana dan Magister yang tidak dapat memenuhi  ketentuan dan aturan akademik yang diberlakukan maka Rektor dapat menerbitkan surat keputusan menghentikan statusnya sebagai mahasiswa Universitas Batanghari.

 

Pasal 33

Bimbingan Konseling

 

(1) Bagi mahasiswa yang mempunyai masalah akademik, pelaksanaan bimbingan  konseling dilaksanakan di tingkat fakultas/ program studi.

(2) Pelaksana bimbingan konseling di tingkat fakultas/ program studi adalah dosen pembimbing akademik (PA) atau konselor yang ditunjuk oleh Fakultas, atau Badan Konsultasi Mahasiswa Fakultas (BKMF).

(3)  Pelaksanaan bimbingan konseling di tingkat universitas dilakukan konselor atau orang yang ditunjuk oleh Universitas Batanghari dalam wadah Badan Konsultasi Mahasiswa Universitas (BKMU).

(4)   Apabila bimbingan konseling di Fakultas belum cukup untuk menyelesaikan masalah mahasiswa tersebut, direkomendasikan/ dirujuk ke Badan Konsultasi Mahasiswa tingkat Universitas.

 

BAB VI

PELANGGARAN AKADEMIK

Pasal 34

Jenis Pelanggaran Akademik

 

  1. Pelanggaran Akademik Ringan berupa penyontekan dan atau perbuatan curang yang dilakukan menggunakan atau mencoba menggunakan bahan-bahan informasi atau alat bantu studi lainnya kecuali atas izin dari dosen yang bersangkutan dalam kegiatan akademik.

(2)   Pelanggaran Akademik Sedang :

a.  Pengulangan atas  pelanggaran akademik  ringan

  1. membantu atau mencoba membantu menyediakan sarana atau prasarana yang dapat menyebabkan terjadinya pelanggaran akademik sedang.

 (3)  Pelanggaran Akademik Berat :

a.  Perjokian

Adalah perbuatan dengan sengaja atau  tidak sengaja, menggantikan kedudukan  atau melakukan tugas atau kegiatan untuk kepentingan orang lain, atas permintaan orang lain atau kehendak sendiri, dalam kegiatan akademik.

b.  Plagiat

Adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/ atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai.

  1. Pemalsuan

Adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja, tanpa izin yang berwenang mengganti atau mengubah/ memalsukan nama, tanda tangan, nilai atau transkrip akademik, ijazah, kartu tanda mahasiswa, tugas-tugas, laporan praktikum, keterangan, atau laporan dalam lingkup kegiatan akademik.

  1. Penyuapan

Adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja, mempengaruhi atau mencoba mempengaruhi orang lain dengan cara membujuk, memberi hadiah atau ancaman dengan maksud mempengaruhi penilaian terhadap prestasi akademiknya.

  1. Penghinaan

Adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja, menyampaikan perkataan, tulisan atau dalam bentuk apapun yang pada pokoknya merendahkan martabat kedudukan sesama mahasiswa, dosen, staf administrasi maupun pejabat di lingkungan Universitas Batanghari.

f.   Melakukan tindak  pidana  yang  diancam  pidana penjara sekurang-kurangnya 5 tahun

g.  Pengulangan atas pelanggaran akademik sedang.

h.  Pelanggaran administrasi dan tata tertib berat.

Adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja, baik sendiri maupun kerjasama melakukan   perbuatan   yang bertentangan dengan ketentuan   tata tertib dan administrasi yang dikeluarkan oleh Universitas Batanghari.

  1. Perbantuan atau percobaan perbantuan Pelanggaran Akademik Berat

Adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja, membantu atau mencoba membantu menyediakan sarana atau prasarana yang dapat menyebabkan terjadinya Pelanggaran Akademik Berat.

  1. Penyertaan dalam Pelanggaran Akademik Berat

Adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja, bekerjasama atau ikut serta melakukan atau menyuruh melakukan perbuatan-perbuatan yang menyebabkan terjadinya Pelanggaran Akademik Berat.

  1. Melakukan tindakan asusila yang mencemarkan nama baik almamater.

 

Pasal 35

Prosedur Penetapan Sanksi

 

(1)   Prosedur  penetapan  sanksi   terhadap   mahasiswa yang   kemudian  diketahui melakukan pelanggaran akademik ringan adalah sebagai berikut :

a.  bukti pelanggaran yang disahkan oleh pengawas

b.  Penetapan sanksi oleh dosen pengampu/ ketua jurusan/ ketua program studi.

(2)   Prosedur penetapan sanksi terhadap mahasiswa yang kemudian diduga melakukan pelanggaran akademik sedang dan berat adalah sebagai berikut:

a.  Dekan  menunjuk  Tim investigasi

b.  Hasil pemeriksaan Tim investigasi terhadap dugaan terjadinya pelanggaran akademik sedang dan/ atau berat, diserahkan kepada Dekan Fakultas untuk melakukan penyelesaian dan apabila tidak dapat diselesaikan maka diteruskan kepada Pimpinan Universitas;

c.  Selama  proses investigasi,  mahasiswa  yang  diduga  melakukan pelanggaran akademik sedang dan/ atau berat diberi hak untuk membela diri.

d.  Berdasarkan hasil investigasi, pimpinan fakultas dapat memutuskan penjatuhan sanksi terhadap   mahasiswa   yang   bersangkutan   dengan   memperhatikan   jenis    pelanggaran akademik.

 

Pasal 36

Sanksi terhadap Pelanggaran Akademik

 

(1)   Sanksi Akademik terhadap Mahasiswa

a.  Sanksi terhadap Pelanggaran Akademik Ringan

  1. Peringatan keras secara lisan atau tertulis oleh pimpinan fakultas/   ketua jurusan/ program studi/ ketua bagian.
  2. Pengurangan nilai ujian dan/ atau pernyataan tidak lulus pada matakuliah atau kegiatan akademik dilaksanakan oleh dosen pengampu yang bersangkutan baik atas permintaan pimpinan fakultas/ ketua jurusan maupun tidak.

b.  Sanksi terhadap Pelanggaran Akademik Sedang yaitu dicabut hak/izin mengikuti kegiatan akademik untuk sementara oleh pimpinan Universitas Batanghari paling lama 1 (satu) semester.

c.  Sanksi terhadap Pelanggaran Akademik Berat setinggi-tingginya pemecatan atau dikeluarkan (dicabut status kemahasiswaannya secara permanen) oleh pimpinan Universitas Batanghari.

(3)   Pemberian sanksi akademik berat berupa pemberhentian statusnya sebagai mahasiswa Unbari secara permanen sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf c di atas khususnya terhadap mahasiswa yang melakukan pelanggaran akademik berat.

(4)  Pemberian sanksi akademik berat selain pemberhentian permanen statusnya sebagai mahasiswa Unbari sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf c di atas khususnya terhadap mahasiswa yang melakukan pelanggaran akademik berat tetapi tidak diproses di pengadilan, maka pemberian sanksi akademik berat tersebut dapat dilakukan.

(5)   Dalam hal mahasiswa yang diduga melakukan  tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 34 ayat (3) huruf f menjalani  masa  penahanan  dan  atau  telah  mendapat  putusan Pengadilan  Negeri yang amarnya menyatakan  mahasiswa  yang  bersangkutan bersalah; Pimpinan Universitas dapat menjatuhkan sanksi  pemberhentian sementara paling lama 1 (satu) semester dan dihitung sebagai masa studi.

(6)   Dalam hal setelah sanksi pemberhentian sementara selesai dijalani, ternyata mahasiswa yang bersangkutan masih dalam penahanan, maka masa studi mahasiswa yang bersangkutan dibantarkan (sementara tidak dihitung) sampai pada putusan  pengadilan  yang bersangkutan mempunyai kekuatan hukum tetap.

(7)   Pemberian sanksi akademik berat berupa pemberhentian permanen statusnya sebagai mahasiswa Unbari sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf c di atas, khususnya terhadap mahasiswa yang melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (3) huruf f  hanya  dapat  dikenakan  setelah  ada  putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap yang amarnya menyatakan mahasiswa yang bersangkutan bersalah dan dikenai sanksi pidana.

(8)   Dalam hal mahasiswa yang diduga melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (3) huruf f pada putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dinyatakan bersalah dan dikenai sanksi pidana, maka masa studi selama yang bersangkutan ditahan dan atau diberhentikan sementara, dihitung sebagai masa studi.

 

BAB VII

YUDISIUM DAN WISUDA

 

Pasal 37

Penyelenggaraan Yudisium

 

  1. Fakultas di Lingkungan Universitas Batanghari dapat menyelenggarakan yudisium
  2. Yudisum diselenggarakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun menjelang pelaksanaan wisuda.

 

Pasal 38

Penyelenggaraan Wisuda

 

  1. Universitas Batanghari menyelenggarakan wisuda sekurang-kurangnya 2 (dua) kali periode kelulusan dalam 1 (satu) tahun.
  2. Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus dari suatu program pendidikan di Universitas Batanghari wajib mengikuti wisuda pada periode kelulusannya.
  3. Setiap lulusan yang akan mengikuti kegiatan wisuda wajib  mendaftarkan diri ke panitia pelaksana wisuda sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan membayar  biaya  penyelenggaraan wisuda  yang  besarnya ditetapkan oleh universitas.
  4. Setiap Wisudawan berhak mendapatkan ijazah, transkrip nilai dan SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah).
  5. Semua peserta wisuda diwajibkan memberikan sumbangan buku kepada UPT Perpustakaan dan fakultas masing-masing.
  6. Tatacara dan syarat mengikuti wisuda diatur dalam aturan tersendiri.

 

BAB VIII

GELAR DAN SEBUTAN

Pasal 39

 

  1. Ketentuan pemberian Gelar dan Sebutan

a.  Gelar akademik diberikan untuk lulusan program Diploma, Sarjana, dan Magister.

b.  Sebutan Profesional diberikan untuk lulusan program Profesi.

c.  Penggunaan gelar akademik dan profe ional sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b mengikuti ketentuan pemerintah yang berlaku.

(2)   Syarat pemberian gelar dan sebutan:

a.  Telah menyelesaikan semua kewajiban dan/atau tugas yang dibebankan dalam mengikuti pendidikan program Diploma, Sarjana, Profesi dan Magister.

b.  Telah menyelesaikan kewajiban administrasi dan keuangan berkaitan dengan program studi yang diikuti.

c.  Telah dinyatakan lulus.

 

BAB IX

DISKRESI

Pasal 40

 

Rektor  atau  pejabat  yang  ditugaskan  oleh  Rektor,  dapat  mengambil  kebijakan  tertentu  di  luar ketentuan yang berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan akademik.

 

BAB X

PENUTUP

Pasal 41

 

  1. Peraturan  Akademik  ini  merupakan  pedoman  penyusunan  peraturan  akademik  di  tingkat Fakultas.
  2. Pada saat Peraturan Akademik ini berlaku, maka keputusan rektor Nomor 018 Tahun 2011 tentang Peraturan Akademik Universitas Batanghari  dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
  3. Peraturan Rektor ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

 

DITETAPKAN DI       :  JAMBI

PADA TANGGAL      :        FEBRUARI 2015

REKTOR,

   dto

H. FACHRUDDIN RAZI, SH., MH.

Tim Penyusun :

  1. Dr. Sayid Syekh, SE, MS                                       (Ketua)
  2. Gupron, S. Kom, M. Kom                                       (Sekretaris)
  3. Drs. Kasiono, M. Pd                                                (Anggota)
  4. Evi Adriani, SE, M. Si                                              (Anggota)
  5. Dr. Muslih, SH, MH                                                 (Anggota)
  6. Siti Umi Kalsum, ST, M. Eng                                  (Anggota)
  7. Asmaida, SP. I, M. Si                                              (Anggota)

Tim Pembahas :

  1. H. Fachruddin Razi, SH, MH                                  (Ketua Senat)
  2. Dr. Osrita Hapsara, SE, MM                                   (Sekretaris Senat)
  3. Dr. Saiyid Syekh, SE, MSi                                      (Anggota)
  4. Ir. M. Sugihartono, M. Si                                         (Anggota)
  5. H. Abdoel Gafar, S. Pd, M. Pd                               (Anggota)
  6. M. Zahari MS, SE, M. Si                                         (Anggota)
  7. S. Abdullah, SH, MH                                               (Anggota)
  8. Drs. Rinal AMK. Ginting, M.Pd, MT                        (Anggota)
  9. Dr. Rudi Hartawan, MP                                           (Anggota)
  10. Ahmad Tarmizi, SE, MM                                        (Anggota)
  11. Ir. H. Amsori, M. Das, M. Eng                                 (Anggota)
  12. Zulyaidaini, S. PdI, M. Pd                                        (Anggota)
  13. Syarifah Mahila, SH, MH                                        (Anggota)